PARADE OGOH-OGOH

Parade Ogoh-Ogoh
Parade Ogoh-Ogoh

Dengan sebagian penduduknya yang berasal dari Bali dan beragama Hindu, Parade Ogoh-Ogoh digelar pula di Mataram - Lombok setiap menjelang peringatan Tahun Baru Saka atau secara nasional dikenal dengan Hari Raya Nyepi. Menjelang Hari Raya Nyepi tahun 2012 yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2012 ada sebuah tradisi yang mengawali acara ritual Tawur Kesanga di kalangan masyarakat Bali di Lombok Barat dan Mataram, yaitu mengarak patung yang terbuat dari kayu, jerami, dan bambu yang biasa di sebut "ogoh -ogoh".

Makna dari ogoh-ogoh adalah patung yang melambangkan Buta Kala diharapkan dapat menetralisir roh-roh jahat yang menguasai alam manusia antara kebaikan dan keburukan yang biasa juga disebut dengan "Balance of the World".

Prosesi Ogoh-Ogoh merupakan serangkaian dengan upacara Tawur Kesanga adalah sebuah ekspresi kreatif masyarakat Hindu Bali di dalam memaknai perayaan pergantian Tahun Caka. Masyarakat menciptakan Ogoh-Ogoh Bhutakala seperti : Kala Bang, Kala Ijo, Kala Dengen, Kala Lampah, Kala Ireng, dan banyak lagi bentuk-bentuk lainnya, sebagai perlambang sifat-sifat negatif yang harus dilebur agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Ogoh-Ogoh Bhutakala yang diciptakan kemudian dihaturkan sesaji “natab caru pabiakalan” sebuah ritual yang bermakna “nyomia”, mengembalikan sifat-sifat Bhutakala ke asalnya.

Ritual tersebut dilanjutkan dengan prosesi Ogoh-Ogoh, seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mengusung Ogoh-Ogoh mengelilingi jalan-jalan desa dan mengitari catus pata sebagai simbol siklus sakral perputaran waktu menuju ke pergantian tahun Caka yang baru. Setelah ritual dan prosesi Ngerupuk tersebut Ogoh-Ogoh Bhutakala itupun “di-prelina”, mengembalikan ke asalnya dengan dilebur atau dibakar.

Terkait dengan upacara Tawur Kesanga dan ritual Ngerupuk tersebut, prosesi Ogoh-Ogoh mengandung dua makna yaitu :
1. mengekspresikan nilai-nilai religius dan ruang-waktu sakral berdasarkan sastra-sastra agama,
2. merupakan karya kreatif yang disalurkan melalui ekspresi keindahan dan kebersamaan.

Arak-arakan ogoh-ogoh sering diperlombakan antar banjar. Pada Hari Raya Nyepi semua kegiatan masyarakat Bali yang ada di Lombok ditiadakan. Mereka tidak diperbolehkan bepergian, bekerja, membaca, menyalakan lampu, memasak dll. Hal ini dilakukan dari jam 6 pagi tanggal 22 Maret 2012 sampai jam 6 pagi hari berikutnya (tanggal 23 Maret 2012).

Selamat Tahun Baru Caka 1934.