Menteri Perindustrian Hadiri Konvensi GKM-IKM 2010 di Lombok

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Ir. H. Hery Erpan Rayes, MM, mengungkapkan, NTB akhirnya berhasil menjadi tuan rumah acara Konvensi Nasional Gugus Kendali Mutu Industri Kecil Menengah (GKM IKM) ke 12 tanggal 2 – 5 November 2010. Dimana, NTB berhasil menyisihkan 3 provinsi lain yang juga tertarik menjadi tuan rumah, seperti Kaltim, Riau dan Sumut. Bahkan, branding NTB menjadi tuan rumah semakin baik dengan membludaknya jumlah peserta yang mengikuti acara tersebut.

”Jumlah peserta yang hadir mencapai 400 orang dari seluruh provinsi se–Indonesia, termasuk panitia pusat. Idealnya, peserta yang mengikuti acara tersebut sebanyak 231 orang,” ungkap Ir. H. Hery Erpan Rayes, MM, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (1/11).

Menteri Perindustrian Hadiri Konvensi GKM-IKM 2010 di Lombok
Menteri Perindustrian Hadiri Konvensi GKM-IKM 2010 di Lombok

Menteri Perindustrian (Memperin) RI, MS. Hidayat dan beberapa Dirjen menghadiri acara itu. Biasanya masing–masing provinsi mengirim 7 orang untuk menjadi peserta lomba. Tapi tahun ini, masing – masing provinsi mengirim 18–20 orang peserta. Para peserta merupakan juara GKM IKM di tingkat provinsi dan akan berlomba pada ajang tingkat GKM IKM nasional di NTB.

GKM jelas Erpan, sebuah system dalam management usaha yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan mutu produksi dalam meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan. Negara maju dan sedang berkembang mulai menerapkan system GKM ini dengan berkaca dari Negara Jepang yang telah berhasil merapkannya.

TERIMA 3 MESIN PABRIK
Menteri Perindustrian (Memperin) RI, MS Hidayat, memberikan mesin pengolahan rumput laut, aneka buah dan pupuk organic secara simbolis ke pemerintah provinsi (Pemprov) NTB pada acara konvensi nasional GKM IKM ke 12 pada tanggal 3 November 2010. Hingga saat ini, fisik bangunan ketiga pabrik tersebut masih dalam proses pengerjaan sekitar 40 – 60 persen. Setelah mesin dipasang di pabrik, maka ditargetkan ketiga pabrik itu bisa beroperasi pada tanggal 17 desember 2010 saat HUT NTB. Ketiga mesin yang sudah dipasang akan di uji coba terlebih dahulu, sebelum dipatenkan.

”Sementara, pabrik aneka jus dibangun di Mantang Lombok Tengah (Loteng) dan Rumput laut di Labuan Santong Kecamatan Tarano Sumbawa. Pengelolaan ketiga pabrik tersebut akan melibatkan langsung para petani, sehingga perekonomiannya dapat ditingkatkan. ” paparnya.

Lebih lanjut Erpan menjelaskan, mesin pupuk organik akan bisa menghasilkan 7 – 10 ton per hari, rumput laut 200 kilogram per hari dan aneka jus 400 kilogram per hari. Adanya pabrik itu akan menghasilkan nilai tambah bagi para petani.