Lombok Kuliner - Renyahnya Pelecing Kangkung

Renyahnya Pelecing Kangkung
Renyahnya Pelecing Kangkung

Menu makanan khas Lombok yang satu ini merupakan menu sehari-hari orang Sasak yang bisa kita jumpai hampir di setiap hidangan acara apapun. Sajian ini merupakan pembuka selera makan dengan rasa pedas. Bahkan ada pameo bahwa sampai keluar air liur kalau melihat pelecing kangkung ini. Wah!

Bagi masyarakat Lombok, sajian pelecing ini merupakan menu makanan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Tidaklah mengherankan bila di pinggir-pinggir jalan pelecing banyak dijual oleh ibu-ibu untuk dijadikan lauk pauk menjelang santap siang maupun malam. Demikian juga di kedai-kedai kecil, warung makan sampai ke restoran hingga hotel-hotel berbintang di Lombok sudah pasti bisa didapatkan sajian menu pelecing.

Renyahnya Pelecing Kangkung Hingga Hotel Berbintang
Renyahnya Pelecing Kangkung Hingga Hotel Berbintang

Pelecing adalah makanan sederhana tapi mempunyai cita rasa yang khas. Tidaklah susah membuatnya, yang penting bahan utamanya sudah ada yaitu kangkung, tapi ingat bukan sembarang kangkung. Kangkung yang digunakan haruslah kangkung lombok, karena kangkung lombok berbeda dengan kangkung daerah lainnya. Rasanya yang renyah dan gurih yang membedakannya daripada kangkung dari daerah lain. Penanaman kangkung Lombok biasanya di lahan perairan seperti sungai yang mengalir dan kolam sehingga sirkulasi air untuk pertumbuhan kangkung menjadi lebih subur. Tanah lahan tanah pulau Lombok yang tentu saja membedakannya sehingga kangkung Lombok biasanya lebih segar, lebih hijau dan batangnya lebih besar dibandingkan dengan kangkung daerah lain.

Bahan utama menu ini terdiri atas kangkung khas Lombok yang di rebus lalu dibelah-belah, taoge, dan kacang. Sebagai pelengkap, ditambahkan sambal nyiuh (kelapa yang dibakar terlebih dulu kemudian diparut atau dioseng supaya tahan beberapa jam). Sambal pelecing dibuat dari bahan terasi bakar, cabe, tomat, sedikit garam dan disiram air jeruk limau.

Menikmati Pelecing Kangkung, harus siap-siap dengan sapu tangan untuk mengusap keringat yang membasahi wajah karena masakan ini cukup pedas, tetapi sekali menikmatinya akan berkesan lama.