Festival Bau Nyale

1 2 3 4

Keajaiban nyale bagi suku Sasak (Lombok) telah menciptakan legenda/dongeng tentang kejadian yang tersebar hampir keseluruh lapisan masyarakat Lombok dan sekitarnya. Dongeng ini sangat menarik dengan cerita yang sangat romantis dan berkembang melalui penuturan orang-orang tua yang kemudian tersusun dalam naskah legenda nyale.

Festival Bau Nyale - Kuta Lombok
MATARAM, 7/11 - KISAH PUTRI MANDALIKA. Anggota Sanggar Budaya Pelangi SMA 2 Mataram dalam adegan Sayembara Putri Mandalika, di Taman Budaya, Mataram, NTB, Sabtu malam (6/11). Kisah tersebut merupakan salah satu kisah masyarakat Suku Sasak yang menceritakan pengorbanan dan cinta Putri Mandalika yang memunculkan tradisi 'bau nyale'. FOTO ANTARA/Budi Afandi/Koz/ama/10. 7/11/2010 14:15

Konon, Pada zaman dahulu kala di sepanjang Pantai Selatan terdapat Kerajaan Tonjang Beru dipimpin oleh seorang Raja yang memiliki putri cantik bernama Putri Mandalika. Kecantikannya banyak memukau pangeran-pangeran di Pulau Lombok. Karena banyaknya pinangan terhadap dirinya dan Putri Mandalika tidak bisa memilih salah satu diantara mereka, Sang Putri memutuskan untuk menceburkan diri ke Pantai Selatan dan berjanji akan kembali setahun sekali. Sesuai dengan perkataannya, ia kembali setiap tahun namun dalam bentuk nyale.

Tarung Peresean Jelang Festival Bau Nyale
Tarung Peresean Jelang Festival Bau Nyale - Kuta Lombok

Sebelum perayaan inti dimulai, ada kesenian dan acara tradisional yang dipentaskan. Pengunjung pada sore hari mendirikan tenda-tenda kecil untuk peristirahatan sejenak. Dari tenda ini ,bisa menyaksikan Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu). Dan tak ketinggalan pula, digelar drama kolosal Putri Mandalika.


   1 2 3 4